Selasa, 04 Mei 2010

Permen Ada Sejak Zaman Purba


Sejarah mencatat, manusia pada zaman purba suka sekali menjilati madu yang menempel pada sarang lebah. Saat itu madu memang satu-satunya "camilan" manis yang dikenal manusia Purba. Pada zaman Mesir Kuno, madu tetap menjadi camilan favorit. Dengan madu, mereka bisa membuat manisan buah. Camilan tradisional itu ternyata juga dikenal di Cina dan Arab.
Ketika Columbus menemukan benua Amerika, ia sangat tertarik dengan tanaman yang rasanya manis. Tanaman itu adalah Tebu. Ketika pulang ke Spanyol, ia membawa tanaman itu. Dalam perjalanan, ia memperkenalkan tanaman tebu pada negara-negara yang disinggahinya. Dari sari tanaman tebu inilah kemudian diciptakan gula. Sejak itu, bermunculan perkebunan tebu, terutama di daerah tropis. Madu yang sering dijadikan pemanis makanan pun mulai diganti dengan gula.
Pada abad ke-17, masyarakat Inggris dan orang-orang Inggris yang tinggal di Amerika sangat suka dengan camilan dari Gula yang dicairkan. Gula cair yang kemudian dibekukan inilah yang yang kita kenal sebagai "Permen. Cara membuat permen pada masa itu memang sangat sederhana, yaitu dengan melarutkan gula dalam air. Perbedaan tingkat pemanasan menentukan jenis permen yang dihasilkan. Suhu panas menghasilkan permen keras, suhu sedang menghasilkan permen lunak, dan suhu dingin menghasilkan permen kenyal.
Nama candy sebenarnya berasal dari kata Qand yang di ambil dari bahasa Arab, yang berarti gula. Sekarang industri permen sudah sedemikian maju. Permen dalam berbagai jenis dan rasa pun dapat ditemukan dengan mudah di seluruh plosok dunia.



Sumber
Majalah Girls

Selasa, 27 April 2010

Mengapa memberi coklat pada orang yang kita sayang?

Mungkin pertanyaan itu sering muncul dibenak kita. Kebiasaan memberi coklat kepada orang yang kita sayang telah dimulai di Inggris Sejak lama. Sejak pertengahan abad ke-19. Dan perusahaan yang mengawali bisnis ini adalah Cadburry pada masa direktur perusahaan ke-2. Tentunya nama perusahaan itu sudah tidak asing bagi kita. Karena pengaruh budaya barat yang mendunia, kebiasaan ini pun turut mendunia.

Lalu mengapa Coklat?
Selain rasanya yang manis, Coklat ternyata juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan dan juga mood kita. Menurut pemaparan ahli kesehatan coklat memicu produksi endorphin dalam tubuh. Endorphin sendiri adalah hormon yang memberi rasa tenang, baik bagi jantung karena mencegah efek pembekuan darah dalam pembuluh, juga terdapat kandungan asam oleat atau asam lemak tak jenuh yang baik untuk jantung.
Phenylethylamine yang terkandung dalam coklat adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan kedalam otak yang kemudian menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Sehingga bila orang yang kita sayangi memiliki pribadi yang cukup emosianal, ada baiknya anda sering" memberi coklat.
Coklat juga mengandung theobromine dan kafein. Kedua substansi ini telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Jadi berikan coklat untuk orang yang kita sayangi bila ingin komunikasi berjalan dengan indah.
Katekin adalah antioksidan kuat yang kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi. Katekin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada coklat.

Sumber
http://www.facebook.com/topic/php?uid=92339186264&topic=7873
http://www.beritaterkinionline.com/2010/01/mengapa-coklat-bisa-meningkatkan-mood.html
koran kampus UKDW