
Sejarah mencatat, manusia pada zaman purba suka sekali menjilati madu yang menempel pada sarang lebah. Saat itu madu memang satu-satunya "camilan" manis yang dikenal manusia Purba. Pada zaman Mesir Kuno, madu tetap menjadi camilan favorit. Dengan madu, mereka bisa membuat manisan buah. Camilan tradisional itu ternyata juga dikenal di Cina dan Arab.
Ketika Columbus menemukan benua Amerika, ia sangat tertarik dengan tanaman yang rasanya manis. Tanaman itu adalah Tebu. Ketika pulang ke Spanyol, ia membawa tanaman itu. Dalam perjalanan, ia memperkenalkan tanaman tebu pada negara-negara yang disinggahinya. Dari sari tanaman tebu inilah kemudian diciptakan gula. Sejak itu, bermunculan perkebunan tebu, terutama di daerah tropis. Madu yang sering dijadikan pemanis makanan pun mulai diganti dengan gula.
Pada abad ke-17, masyarakat Inggris dan orang-orang Inggris yang tinggal di Amerika sangat suka dengan camilan dari Gula yang dicairkan. Gula cair yang kemudian dibekukan inilah yang yang kita kenal sebagai "Permen. Cara membuat permen pada masa itu memang sangat sederhana, yaitu dengan melarutkan gula dalam air. Perbedaan tingkat pemanasan menentukan jenis permen yang dihasilkan. Suhu panas menghasilkan permen keras, suhu sedang menghasilkan permen lunak, dan suhu dingin menghasilkan permen kenyal.
Nama candy sebenarnya berasal dari kata Qand yang di ambil dari bahasa Arab, yang berarti gula. Sekarang industri permen sudah sedemikian maju. Permen dalam berbagai jenis dan rasa pun dapat ditemukan dengan mudah di seluruh plosok dunia.
Sumber
Majalah Girls

